Feature news

TV Online

 
Learn more »

Profil Singkat Tanah Bumbu atau Tanbu

logo tanbu


Tanah bumbu adalah sebuah nama kabupaten di salah satu daerah tingkat 2 dipropinsi kalimantan selatan, indonesia. Ibukota kabupaten ini terletak di Batulicin. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 5.066,96 km2 dan jumlah penduduk sebanyak 184.006 jiwa (2000).
Berikut profil kab. Tanbu.
1.peta lokasi tanah bumbu terletak di kordinat: 2,52′ – 3,47′ LS dan 115,15′ – 116,04′ BT.
2.Motto: bersujud
3.Propinsi: Kalimantan selatan
4.Ibukota: Batulicin
5.Luas: 5.066,96 km2
6.Penduduk: 184.006 jiwa (2000)
7.Kepadatan: 36,39 jiwa/km2
8.Bupati: dr H. Zairullah Ashar, M.Sc
9.Situs resmi: www.tanahbumbukab.go.id
10.Saat ini kabupaten tanah bumbu memiliki 10 kecamatan diantaranya:
- Angsana
- Batulicin
- Kuranji
- Kusan hilir
- Kusan hulu
- Mentewe
- Satui
- Simpang empat
- Sungai loban
- Karang bintang
11.Suku yg ada diwilayah tanah bumbu diantaranya ada suku:
- Banjar
- Bugis
- Dayak bukit
- Mandar
- Jawa
- Bali
- Sunda
- Tionghoa
12.Lagu daerah dari kabupaten tanah bumbu diantara lain berjudul:
- Tanah bumbu
- Mahadang ading
- Baikat janji



Sebagai daerah otonomi baru, Tanbu yg berjuluk bumi bersujud memiliki pesona yg sangat menawan.
Di sejumlah wilayah memiliki pemandangan alam yg elok serta kaya akan objek wisata pantai,pegunungan, sungai dan wisata lainnya yg kesemua mempunyai daya tarik sendiri untuk dinikmati. Dikab. Tanbu terdapat beragam objek wisata, kesemuanya mempunyai potensi yg besar untuk dikembangkan dan menjadi sumber PAD bagi daerah yg mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sejumlah objek wisata yg ada di kab. Tanbu yg mampu mendorong pengembangan dan peningkatan PAD daerah meliputi, danau panas di desa sepunggur kecamatan kusan hilir, pulau suwangi di kec. Simpang empat, pantai sungai cuka di kec. Satui, pantai Buthi di kec. Angsana, pantai Rindu alam, pantai pagatan, pantai Tanjung petang dan pantai cemara indah di kec. Kusan hilir.
Selain objek wisata diatas, objek wisata lainnya yg tidak kalah penting keberadaannya yakni objek wisata religius dan bersejarah yg meliputi, kubah pagatan yg berada di desa kampung baru kec. Kusan hilir (dekat rumahku ) atau sekitar 1km dari kota pagatan terdapat makam Mufti syh H. m Arsyad bin As’ad yg merupakan ulama terkemuka diwilayah kalimantan tenggara tepatnya tanah bumbu.
Setiap hari sangat ramai dikunjungi masyarakat baik lokal maupun masyarakat yg berasal dari luar wilayah kab. Tanbu. Apalagi pada hari kedua hari raya idul fitri.
Setiap pertengahan bulan maret selalu diadakan acara haulan akbar untuk mengenang jasa ulama tsbt. Kubah ini salah satu tempat wisata religius andalan yg ada dikab. Tanbu.
Kemudian, objek wisata dengan nuansa sejarah yg ada yakni, Benteng pagatan. Benteng ini merupakan gundukan tanah yg digunakan sebagai tempat perlindungan dari serangan Belanda pada tahun 1946. Benteng ini tidak terlalu jauh dari kubah pagatan. Selain itu ada MTP (Makam Taman Pahlawan) Mattone. Di MTP Mattone ini sebanyak 37 pahlawan dan 1 pahlawan tidak dikenal yg di semayamkan dimakam itu. Lokasi ini masuk dlm wilayah desa kampung baru kec. Kusan hilir.
Learn more »

Syair Lagu Tanah Bumbu

 Tanah Bumbu
Cipt. Nanang Irwan


Hambur dadak hari kadap
Tarang maharap bulan
Barkat rakyat wan mufakat
Hajatnya kasampaian
Ulun, pian, kita
Pasti umpat nyaman
Tanah Bumbu jadi
Indungnya kampung kita
"Bersujud"
Jadi samboyannya
Ampun ulun ampun pian
Ampun kita barataan
Kabupaten Tanah Bumbu
Diatur tata batata
Aman diharap
Kawa diharap
Bapasrah tasarah haja
Ranai kadada untungnya
Barasih syukur
Jujur lawan damai
Samboyannya Tanah Bumbu
Kita ambil maknanya
Badadas baimbai bagawi
Jangan mahambur hiri
Tanah Bumbu sudah badiri
Alhamdulillahi syukuri
Learn more »

Tentang Lagu Banjar

Lagu Banjar adalah lagu-lagu berbahasa Banjar. Menurut seniman/ pencipta lagu-lagu Banjar yaitu H. Anang Ardiansyah (72 tahun) dilihat daerah perkembangannya lagu-lagu (pantun) berirama khas Banjar di Kalimantan Selatan terbagi menjadi 3 yaitu pantun yang berkembang di tepian sungai, pantun yang berkembang di daratan dan pantun yang berkembang di pesisir pantai.
Jenis-jenis pantun (lagu) tersebut antara lain :
  • Lagu (Pantun) Rantauan yaitu lagu-lagu yang berkembang di sepanjang tepian sungai khususnya di daerah Banjar Kuala. Ciri-ciri lagu ini beralun-alun dan bergelombang-gelombang seperti gelombang sungai dan seperti orang yang meratapi nasib. Perbedaan lagu Rantauan dengan lagu Pasisiran, misalnya pada lagu Rantauan mangancang meratapi nasib (melengking tinggi sambil meratapi nasib), sedangkan lagu Pasisiran mangancang tapi ba-arti (melengking tinggi memiliki tujuan tertentu)
  • Lagu (Pantun) Pandahan yaitu lagu-lagu Japin yang berasal dari Hulu Sungai (Banjar Hulu) yaitu dari Kota Rantau sampai Tanjung. Lagu ini disebut juga Lagu Tirik, karena dinyanyikan ketika urang ma-irik banih (orang yang sedang memisahkan bulir-bulir padi dengan tangkainya dengan cara diinjak-injak ketika panen). Lagu ini dinyanyikan sambil baturai (bersahut-sahutan, berbalas), dimana kata akhir sebuah bait dipakai lagi menjadi awal bait yang selanjutnya, contohnya lagu Paris Barantai ciptaan H. Anang Ardiansyah.
  • Lagu (Pantun) Pasisiran yaitu lagu yang berkembang di daerah pesisiran Kota Baru (Sigam), yang dinyanyikan melengking-lengking dengan nada tinggi (karena ada sedikit pengaruh Bugis). Contohnya, lagu Japin Sigam yang mengiringi tari Japin Sigam. Lagu yang bernuansa pasisiran lainnya yaitu lagu Intan Marikit ciptaan Agit Kursani.
Ketiga jenis tersebut di atas merupakan jenis lagu-lagu Musik Panting. Pada musik panting yang asli di daerah Banjar di pakai tiga jenis alat musik saja yaitu alat musik petik panting (sejenis gambus/karungut/tingkilan), babun (gendang) dan agung (gong). Di daerah rantauan yang berbau Arab-Indonesia ditambahan alat musik kaprak. Dan ada pula yang menambahkan tamborin. Lagu Pandahan di Hulu Sungai menggunakan babun (gendang), juga terdapat rebab dan terbang. Penambahan babun yang bunyinya menghentak-hentak sangat sesuai karena sering dipakai sebagai pengiring ba-kuntau (silat). Sedangkan Lagu Pasisiran ditambahkan tamborin dan biola (pengaruh Arab), karena fungsinya sebagai pengiring tarian Japin (Zafin) dengan hentakan kaki yang khas (kapincalan). Dari sinilah adanya unsur biola pada musik panting.
Sebagai pungkala (patron) dalam mengambil penciptaan jenis lagu Banjar dari 3 macam irama (cengkok):
  • Dundam yaitu lagu-lagu yang agak sedih, seperti orang manggarunum (bergumam) tetapi dinyanyikan, misalnya menyanyikan lagu ketika mengayun anak dalam ayunan (menidurkan). Jenis ini juga dipakai sebagai nyanyian yang bercerita sejarah seperti kisah Putri Junjung Buih yang menyayat hati. Contoh irama dundam adalah lagu Tatangis ciptaan Hamiedan AC.
  • Madihin yaitu lagu-lagu pada kesenian madihin. Contoh lagu irama madihin adalah lagu Dayuhan wan Intingan ciptaan H. Anang Ardiansyah
  • Lamut yaitu lagu-lagu pada kesenian ba-lamut.
Lagu Ampar-Ampar Pisang ciptaan Thamrin, tapi dirilis oleh Hamiedan AC dan lagu Paris Barantai ciptaan H. Anang Ardiansyah merupakan dua lagu yang menjadi kiblat dalam mencipta lagu daerah Banjar. Hal ini karena kedua lagu inilah yang pertama kali direkam dan dikenal banyak orang.

Coba Nikmati lagu di bawah ini :

 

Learn more »

Riwayat Bugis Rantau

Sejarah

Suku Bugis adalah suku yang tergolong ke dalam suku suku Deutero-Melayu, atau Melayu muda. Masuk ke Nusantara setelah gelombang migrasi pertama dari daratan Asia tepatnya Yunan. Kata 'Bugis' berasal dari kata to ugi, yang berarti orang Bugis. Penamaan "ugi" merujuk pada raja pertama kerajaan Tiongkok (bukan negara Tiongkok, tapi yang terdapat di jazirah Sulawesi Selatan tepatnya Kecamatan Pammana Kabupaten Wajo saat ini) yaitu La Sattumpugi. Ketika rakyat La Sattumpugi menamakan dirinya, maka mereka merujuk pada raja mereka. Mereka menjuluki dirinya sebagai To Ugi atau orang-orang/pengikut dari La Sattumpugi. La Sattumpugi adalah ayah dari We Cudai dan bersaudara dengan Batara Lattu, ayahanda dari Sawerigading. Sawerigading sendiri adalah suami dari We Cudai dan melahirkan beberapa anak termasuk La Galigo yang membuat karya sastra terbesar didunia dengan jumlah kurang lebih 9000 halaman folio. Sawerigading Opunna Ware (Yang dipertuan di ware) adalah kisah yang tertuang dalam karya sastra I La Galigo dalam tradisi masyarakat Bugis. Kisah Sawerigading juga dikenal dalam tradisi masyarakat Luwuk Banggai, Kaili, Gorontalo dan beberapa tradisi lain di Sulawesi seperti Buton.

Perkembangan

Dalam perkembangannya, komunitas ini berkembang dan membentuk beberapa kerajaan lain. Masyarakat Bugis ini kemudian mengembangkan kebudayaan, bahasa, aksara, pemerintahan mereka sendiri. Beberapa kerajaan Bugis klasik dan besar antara lain Luwu, Bone, Wajo, Soppeng, Suppa dan sawitto (Kabupaten Pinrang), Sidenreng dan Rappang. Meski tersebar dan membentuk etnik Bugis, tapi proses pernikahan menyebabkan adanya pertalian darah dengan Makassar dan Mandar. Saat ini orang Bugis tersebar dalam beberapa Kabupaten yaitu Luwu, Bone, Wajo, Soppeng, Sidrap, Pinrang, Sinjai, Barru. Daerah peralihan antara Bugis dengan Makassar adalah Bulukumba, sinjai, Maros, Pangkajene Kepulauan. Daerah peralihan Bugis dengan Mandar adalah Kabupaten Polmas dan Pinrang.

Hubungan Aspek Sejarah dengan Perantauan

Konflik antara kerajaan Bugis dan Makassar serta konflik sesama kerajaan Bugis pada abad 16, 17, 18 dan 19, menyebabkan tidak tenangnya daerah Sulawesi Selatan. Hal ini menyebabkan banyaknya orang Bugis bermigrasi terutama di daerah pesisir. Komunitas Bugis hampir selalu dapat ditemui didaerah pesisir di nusantara bahkan sampai ke Malaysia, Filipina, Brunei dan Thailand. Budaya perantau yang dimiliki orang Bugis didorong oleh keinginan akan kemerdekaan. Kebahagiaan dalam tradisi Bugis hanya dapat diraih melalui kemerdekaan.(Rahmat Munawar)
Kepiawaian suku Bugis-Makasar dalam mengarungi samudra cukup dikenal luas, dan wilayah perantauan mereka pun hingga Australia, Madagaskar dan Afrika Selatan. Bahkan, di pinggiran kota Cape Town, Afrika Selatan terdapat sebuah suburb atau setingkat Kecamatan, yang bernama Maccassar, sebagai tanda tangan penduduk setempat mengingat tanah asal nenek moyang mereka[rujukan?].

Mata Pencaharian

Karena masyarakat Bugis tersebar di dataran rendah yang subur dan pesisir, maka kebanyakan dari masyarakat Bugis hidup sebagai petani dan nelayan. Mata pencaharian lain yang diminati orang Bugis adalah pedagang. Selain itu masyarakat Bugis juga mengisi birokrasi pemerintahan dan menekuni bidang pendidikan.

Suku Bugis di Kalimantan Selatan

Pada abad ke-17 datanglah seorang pemimpin suku Bugis menghadap Raja Banjar yang berkedudukan di Kayu Tangi (Martapura) untuk diijinkan mendirikan pemukiman di Pagatan, Tanah Bumbu. Raja Banjar memberikan gelar Kapitan Laut Pulo kepadanya yang kemudian menjadi raja Pagatan. Upacara adat suku Bugis di daerah ini antara lain :
  • Mappanretassi (memberi makan laut) di Desa Pagatan, kecamatan Kusan Hilir, Tanah Bumbu
  • Ma'ceratasi di desa Sarang Tiung
Sebagian besar suku Bugis tinggal di daerah pesisir timur Kalimantan Selatan yaitu Tanah Bumbu dan Kota Baru.
Berdasarkan sensus penduduk tahun 2000 oleh Badan Pusat Statistik (BPS), populasi suku Bugis di Kalimantan Selatan berjumlah 73.037 jiwa, yang terdistribusi pada beberapa kabupaten dan kota, yaitu.
Learn more »

Satui Permukiman Tertua di Kabupaten Tanh Bumbu

Satui merupakan salah satu permukiman tertua di Kabupaten Tanah Bumbu, lebih dulu daripada Pagatan, nama daerah Satui ini sudah ada di dalam Hikayat Banjar (1663) sebagai salah satu daerah Kesultanan Banjar.[1] Pada zaman kolonial Hindia Belanda, Satui berstatus Distrik Satui bagian dari Onderafdeeling Tanah Laut menurut Staatblaad tahun 1898 no. 178. Distrik Satui berbatasan di Timur dengan Lansekap Sabamban dan di sebelah Barat dengan Distrik Pleihari.[2] Dalam tahun 1902, Satui masih merupakan bagian dari onderafdeeling Tanah Laut.[3] Tahun 1950 Satu digabung ke dalam Kabupaten Kotabaru.
Kecamatan satui adalah bagian dari wilayah administratif kabupaten Tanah Bumbu kalimantan selatan ibukota kecamatan berada di desa sungai danau beberapa desa yang menjadi pusat kegiatan diantaranya adalah sungai cuka, jombang, setarap, satui barat, satui timur, bukit baru, sumber arum, sekapuk.
Pembangunan di Satui sangat cepat, penghasilan penduduknya pun dapat dibilang tinggi. Sebagian besar penduduknya adalah pendatang dari daerah lain, sedangkan penduduk aslinya adalah orang dari desa Satui barat, atau yg biasa disebut Satui Kampung.
Karena banyak terdapat batu bara di Satui, maka banyak pula terdapat tambang-tambang batu bara di kecamatan Satui. Batu bara Satui juga menjadi salah satu penyumbang terbesar bagi bahan bakar PLTU di Kalsel.
Learn more »

Pesta Adat " Mappanre Tasi " di Tanah Bumbu

CV Citra Bone Mandiri
mp1.jpgBatulicin - Dilaksanakannya upacara adat Pesta Laut Mappanretasi adalah salah satu wujud rasa syukur bagi masyarakat nelayan suku Bugis Pagatan yang begitu mendalam kepada sang pencipta, yang telah memberikan limpahan rahmat dan karunia berupa potensi laut yang begitu kaya akan sumber daya hayati. Demikian disampaikan Bupati Tanah Bumbu Mardani H Maming saat membuka acara pesta adat Mapanretasi di Pagatan, Kabupaten Tanah Bumbu, Minggu (24/04) yang dihadiri oleh Lembaga Adat ‘Ade Ogi dan Jafriansyah sebagai Sandro (pemimpin adat).
mp1.jpgBatulicin - Dilaksanakannya upacara adat Pesta Laut Mappanretasi adalah salah satu wujud rasa syukur bagi masyarakat nelayan suku Bugis Pagatan yang begitu mendalam kepada sang pencipta, yang telah memberikan limpahan rahmat dan karunia berupa potensi laut yang begitu kaya akan sumber daya hayati. Demikian disampaikan Bupati Tanah Bumbu Mardani H Maming saat membuka acara pesta adat Mapanretasi di Pagatan, Kabupaten Tanah Bumbu, Minggu (24/04) yang dihadiri oleh Lembaga Adat ‘Ade Ogi dan Jafriansyah sebagai Sandro (pemimpin adat).
             Menurut Bupati, Pesta Laut Mappanretasi adalah aset berharga bagi kebudayaan Tanah Bumbu yang sudah menjadi ciri khas untuk dijaga dan terus dilestarikan. “Mapanretasi adalah warisan leluhur yang mesti kita lestarikan keberadaannya, sehingga tidak hanya dapat terus berkembang maju, akan tetapi juga mampu menjadi salah satu ikon senibudaya di Kabupaten Tanah Bumbu.”ujar Bupati.
             Lebih jauh Bupati menjelaskan bahwa sebagai obyek wisata senibudaya tahunan, pesta Laut Mappanretasi diharapkan mampu memberi dampak positif bagi peningkatan kwalitas dan kwantitas pembangunan seni budaya daerah. “Dengan terus berkembang dan tertatanya obyek-obyek wisata di kabupaten ini, tentu akan mampu menjadi magnet bagi para wisatawan lokal maupun mancanegara, untuk berkunjung dan menikmati keindahan alam kabupaten Tanah Bumbu,” tandas Bupati, seraya menambahkan agar kegiatan mapanretasi tidak menjadi sebuah hiburan semata namun dapat menjadi hal yang positif bagi masyarakat luas.
             Pendamping Sandro, Ariyanto Sani berharap kedepannya pesta adat Mapanretasi dapat lebih ditingkatkan dan dapat menjadi warisan kebudayaan untuk Bumi Bersujud yang tidak luntur nilai tradisionalnya. “Mudah-mudahan kedepannya dapat lebih baik lagi dan saya harap sifat tradisional kegiatan ini tidak luntur,”kata Ariyanto.
            Sementara dalam pesta adat tersebut diwarnai dengan dilarungkannya sesajen ketengah laut oleh Sandro yang didampingi Bupati Tanah Bumbu Mardani H Maming bersama Hj.Erwinda Mardani dan disaksikan oleh warga masyarakat yang ikut menyaksikan acara sakral tersebut. Pesta adat tersebut mendapat antusiasme yang sangat tinggi, baik dari masyarakat Tanah Bumbu maupun dari luar daerah. Terbukti dengan banyaknya masyarakat yang mengunjungi even tahunan tersebut.turut hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua DPRD Tanbu H.Burhannudin S.sos, wakil Bupati Drs.Difriadi Darjat, Muspida, Pejabat dilingkungan Pemkab Tanbu, TP.PKK, tokoh agama dan masyarakat.
Learn more »

Lagu Daerah Banjar

Learn more »

Restoran Area Tanah Bumbu

Rest  Area Tanah Bumbu

Menjadi pilihan tersendiri bagi penumpang, pengendara (Sopir) untuk mampir sekedar melepaskan kepenatan, tempat ini ± 89 km dari lbukota Kabupaten dengan luas ± 24.780 m dengan jarak tempuh dari lbukota ± 2 jam, dapat ditempuh dengan kendaraan roda dua dan roda empat, tersedia aneka minuman clan makanan yang relatif terjangkau, tersedia payung peristirahatan, kamar kecil, mushola serta tempat yang sejuk karena ditumbuhi pepohonan yang rindang.
Learn more »

Kubah Pagatan Tanah Bumbu


Di pesisir Pantai Pagatan, tepatnya di Desa Kampung Baru, ± 1 km dari Kota Pagatan terdapat makam Mufti Syech H.M. Arsyad Bin As'ad yang merupakan ulama terkemuka di wilayah Kalimantan Tenggara, tepatnya Kabupaten Tanah Bumbu. Setiap hari sangat ramai dikunjungi orang lebih-lebih kalau hari kedua Hari Raya Idul Fitri, baik masyarakat lokal maupun masyarakat yang berasal dari luar wilayah Kabupaten Tanah Bumbu.

Setiap pertengahan bulan Maret selalu diadakan acara haulan akbar untuk mengenang jasa ulama Mufti Syech H.M. Arsyad Bin As'ad. Kubah ini salah satu tempat wisata religius andalan yang ada di Kabupaten Tanah Bumbu.
Learn more »

Pantai Rindu Alam Tanah Bumbu

Pantai Rindu Alam

Objek wisata Pantai Rindu Alam ini menyerupai sebuah pulau karena letaknya dipisahkan sebuah selat kecil dan tempat ini seperti menjurus keluar. Objek ini ditumbuhi pohon cemara yang lebat sehingga menciptakan suasana yang sejuk. Tempatnya ± 8 km dari pusat Kecamatan Kusan Hilir dengan panjang pantai ± 1 km, luas ± 3 ha. Kita dapat menggunakan kendaraan . roda dua dan empat untuk menuju tempat tersebut dengan waktu tempuh ± 25 menit, terletak di sepanjang jalan raya Provinsi (Tanah Bumbu dan Banjarmasin).

Tempat ini ramai dikunjungi warga untuk berekreasi sembari mengisi waktu libur, dengan fasilitas, tempat istirahat, payung-payung, panggung hiburan, MCK, jajanan, serta jembatan penyeberangan menuju lokasi.
Learn more »

Pantai Kota Pagatan Tanah Bumbu

Panorama  Pantai Kota Pagatan

Pantai ini terletak ± 250 m dari pusat Kecamatan Kusan Hilir, membentang ± 1.5 km, dengan luas ± 1.5ha, yang membentang dari barat ke timur. Sepanjang pantai terdapat pepohonan yang menambah suasana sejuk dan nyaman untuk suasana santai.

Pantai ini telah menjadi pusat penyelenggaraan Pesta Tahunan masyarakat nelayan Pagatan, dengan wujud rasa syukur kepada Tuhan YME atas rezki yang telah dilimpahkan, yang disebut dengan Mappanretasi. Ribuan orang datang dari berbagai penjuru kota di Kalimantan selatan untuk ikut serta melihat secara langsung prosesi ritntasiual masyarakat Pagatan. Mengiringi kegiatan, ditampilkan berbagai atraksi seni dan budaya selama 7 hari 7 malam menjelang upacara puncak.

Kegiatan atau upacara Mappanretasi ini sudah termasuk dalam kalender Nasional Pariwisata. Berbagai media cetak, media elektronik datang untuk meliput kegiatan ini. Setiap hari libur masyarakat sekitar Tanah Bumbu biasanya mengisi kegiatan bersantai bersama keluarga.
Learn more »

Pantai Tanjung Petang Tanah Bumbu


Objek Wisata Pantai Tanjung Petang terletak ± 3 km dari pusat Kecamatan Kusan Hilir, membentang sepanjang ± 1 km. Pantai ini juga menjadi saksi sejarah perjuangan rakyat Pagatan pads 07 Pebruari 1946. Melalui pantai ini mendarat 3 buah kapal tentara Belanda yang berhasil memperdaya para TKR saat itu, sehingga terjadilah pertempuran yang sengit. Sekarang ini setiap tanggal 07 Pebruari diperingati sebagai hari Pahlawan Kabupaten Tanah Bumbu.

Daya tarik pantai ini adalah hamparan pasir yang putih, alamnya masih asri, serta deburan ombak yang romantis berhadapan langsung dengan panorama alam Gubung Jambangan yang terlihat kokoh. Di Tanjung Petang ini juga terdapat bangunan peninggalan jaman Belanda yaitu Lampu Mercusuar yang memiliki nilai historis dan keunikan tersendiri, sekaligus sebagai petunjuk bagi kapal nelayan dan kapal lainnya pada malam hari.
Learn more »

Tugu 7 Februari Tanah Bumbu

Tugu 7 Februari

Di Pusat Kota Pagatan terdapat Tugu bersejarah yaitu Tugu 7 Februari sebagai simbol perlawanan rakyat Pagatan melawan penjajahan Belanda yang terjadi pada bulan Pebruari 1946. Peristiwa 7 Pebruari juga diabadikan sebagai nama jalan di Kota Pagatan, yaitu Jalan 7 Pebruari Pagatan, nama gedung, yaitu gedung 7 Pebruari Pagatan, dan nama lapangan sepak bola, yaitu lapangan sepak bola 7 Pebruari Pagatan.
Learn more »

Pondok Lesehan dan Kolam Memancing Tanah Bumbu

Pondok Lesehan dan Kolam Memancing

Tidak jauh dari lapangan Golf ± 2 km terdapat sebuah tempat yang disebut Lesehan (tempat santai), tempat ini terletak di Desa Sei Dua Kec. Simpang Empat. Di tempat ini tersedia semacam pendopo, dan di bawah pendopo tersebut terdapat kolam ikan. Kita dapat menikmati ikan yang kita sukai dan dapat dipesan langsung serta dihidangkan di tempat. Keindahan alam serta lingkungan sekitar akan

memberi kenikmatan dalam menyatap hidangan yang tersedia. Bagi anda yang hobi memancing tempat ini sangat pas dapat digunakan untuk memancing, setiap hari banyak orang memanfaatkan tempat ini untuk berlibur bersama keluarga.
Learn more »

Danau Panas Tanah Bumbu

Danau Panas

Begitulah kekuasaan Tuhan dan segala yang terjadi adalah kehendak-Nya, demikian yang terdapat di Desa Sepunggur dan Desa Saradangan Kecamatan Kusan Hilir, lokasi objek wisata ini dapat ditempuh dengan naik transportasi darat dan sungai.

Sumur ini juga terjadi oleh proses alam yang terjadi puluhan tahun yang silam, yang menarik dari sumur ini disamping airnya yang memang panas, air sumur ini rasanya asin. sumur ini juga dianggap sebagian warga memiliki misteri, sehingga tak jarang orang datang berkunjung untuk melepaskan nazarnya, atau sekedar melihat keajaiban sumur ini
Learn more »

Pantai Sungai Dua Laut Tanah Bumbu

Pantai Sungai Dua Laut

Objek wisata Pantai Sungai Dua Laut terletak ± 40 km dari pusat Ibukota Kabupaten Tanah Bumbu, objek wisata ini dapat ditempuh dengan kendaraan roda dua dan empat ± 1 jam perjalanan. Panjang pantai ini ± 5 km dan luas 20,75 km3. Pantai ini dihuni ± 781 jiwa, rata-rata mereka bekerja sebagai nelayan.

Sore hari masyarakat ramai mengisi waktu istirahatnya dengan bermain di sepanjang pantai ini, dan biasanya pada musim barat tiba (bulan Desember dan Januari) pantai ini ramai dikunjungi untuk memancing.

Di ujung barat pantai ini terdapat sebuah pulau yang disebut "Kandang Haur", pulau ini menyimpan banyak misteri, konon cerita dari mulut ke mulut warga setempat, tempat ini banyak dihuni oleh makhluk gaib, tak jarang kalau para nelayan mencari ikan di sekitar atau ada kapal yang berlayar di perairan atau di sekitar pulau ini, orang - orang sering melihat sesuatu yang ganjil atau yang aneh.
Learn more »

Pantai Bunati Tanah Bumbu

Pantai Bunati

Objek wisata Pantai Bunati terletak di Kecamatan Angsana sekitar ± 83 km dari lbukota Kabupaten Tanah Bumbu, tepatnya ± 5,5 km dari jalan raya Provinsi di Desa Bunati. Objek wisata ini juga ramai dikunjungi oleh masyarakat pada saat hari libur. Transportasi yang digunakan untuk menuju lokasi adalah kendaraan roda dua dan roda empat dengan waktu tempuh ± 2 jam.
Learn more »

Pantai Cemara Indah Pulau Salak Tanah Bumbu

Pantai Cemara Indah Pulau Salak

Objek wisata yang satu ini memiliki ciri tersendiri, yaitu sepanjang pesisir pantai ditumbuhi pohon cemara yang tersusun rapi dan rindang. Terletak ± 7 km dari pusat Kecamatan Kusan Hilir, di desa Pulau salak, sangat dekat dengan jalan provinsi. Panjang pantai ± 1.5 km, luas 2 ha.

Setiap hari libur, pantai ini ramai dikunjungi masyarakat sekitar Tanah Bumbu, bahkan dari luar Kabupaten Tanah Bumbu.

Selain tempat berlibur, pantai ini juga sering dimanfaatkan orang untuk memancing ikan, pesona pantai ini cukup memberikan suasana yang pas untuk mengisi istirahat bersama keluarga.
Learn more »

Gua Liang Bangkai Tanah Bumbu

Gua Liang Bangkai Tanah Bumbu

Goa ini terletak di km 37 kecamatan Mantewe, dapat ditempuh ± 1,5 jam dari ibukota Kabupaten dengan menggunakan kendaraan roda empat dan roda dua. Goa ini memiliki beberapa keunikan yaitu berbau bangkai dan banyak terdapat kelelawar, Gua Liang Bangkai juga mempunyai nilai historis. berupa cerita rakyat yang berupa misteri.
Learn more »